Kartul
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Semua orang pasti ingin mempunyai prestasi dan
nilai yang bagus di sekolahnya. Pada
zaman sekarang, prestasi dan nilai di sekolah sangat menentukan masa depan. Di
tingkat Sekolah Dasar siswa belajar selama 6 tahun dan ditentukan pada UN. Di
tingkat Sekolah Menengah Pertama, siswa belajar selama 3 tahun ditentukan UNBK dan di Sekolah Menengah Atas,
siswa belajar selama 3 tahun pada akhirnya semua usaha belajar ditentukan UNBK.
Ujian- ujian tersebut menentukan di mana siswa bisa menempatkan diri untuk
menambah ilmu. Kuncinya, siswa harus belajar dengan giat untuk mencapai apa
yang diinginkan. Tentu ada faktor - faktor yang dapat mengalihkan fokus dan keseriusan
dalam belajar.
Pada masa kini, teknologi semakin maju dan membantu
manusia dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dalam pendidikan, teknologi ikut
berperan pada aktivitas belajar-mengajar. Anak-anak juga sekarang memanfaatkan
teknologi untuk mengalihkan kepenatan mereka dari kesibukkan. Kemampuan dan
pola pikir anak memang berbeda-beda. Hal tersebut membuat pengaruh teknologi
terhadap mereka juga berbeda-beda. Perkembangan teknologi yang semakin pesat
menghadirkan tantangan-tantangan baru dalam kehidupan. Salah satunya adalah
media sosial. Contoh media sosial yang sering dipakai adalah Instagram, Twitter, Youtube, Facebook dan
lain-lain. M
enurut data yang diperoleh dari Weber Shandwick, perusahaan
public relations dan pemberi layanan
jasa komunikasi, pengguna Facebook yang aktif di Indonesia adalah sebanyak 65
juta.
Manusia memang merupakan makhluk
sosial. Generasi muda sekarang pastinya ingin tampil eksis mengikuti
perkembangan zaman. Pergaulan dinilai sangat penting di mata masyarakat. Cara
mereka bergaul dapat diakses melalui media sosial. Media sosial sudah tidak
asing lagi bagi kita semua. Media sosial digunakan oleh berbagai kalangan dari
mulai anak-anak hingga orang dewasa. Tanpa kita sadari, pengaruh media sosial
sangatlah besar. Berdasarkan uraian di atas, penulis memilih judul ‘Pengaruh
Media Sosial Terhadap Prestasi Siswa di Sekolah’ dalam penulisan karya tulis.
1.2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas maka penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut
:
1. Apa pengertian media sosial ?
2. Apa
manfaat media sosial dalam kehidupan kita ?
3. Bagaimana pengaruh penggunaan media sosial
terhadap prestasi siswa ?
4. Apa
yang didapatkan pelajar setelah menggunakan media sosial ?
5. Bagaimana
menyikapi media sosial pada zaman sekarang ?
1.3.Batasan Masalah
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, penulis hanya menulis karya tulis ini seputar pengaruh
media sosial terhadap prestasi siswa serta cara mengatasinya di zaman modern
ini.
1.4.Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan karya tulis ini sebagai berikut :
1. Untuk
memenuhi profil kelulusan SMP Labschool Jakarta
2. Memberi
penjelasan tentang media sosial
3. Mengetahui
pengaruh media sosial terhadap prestasi siswa
4. Memberi
solusi untuk mencapai prestasi yang baik
1.5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data karya tulis ini
merupakan studi pustaka. Dengan cara mengumpulkan data dan informasi. Setelah
itu, penulis menggunakan metode angket untuk mengumpulkan data tambahan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Media Sosial
Media
sosial merupakan media online atau daring
yang dimanfaatkan sebagai sarana pergaulan sosial secara online di internet.
Atau bisa juga, media sosial adalah situs yang menyediakan wadah bagi
penggunanya untuk saling berinteraksi secara online. Menurut ebook ‘Bijak Bersosmed’, media sosial merupakan
wadah yang membebaskan orang-orang untuk berpendapat dan berekspresi (2017:6). Media
sosial adalah tempat yang sangat luas, dalam arti, memiliki banyak kegunaan. Di
dalam media sosial, seseorang dapat mengetahui pribadi seseorang, mengetahui
berita-berita terkini dan menggarap informasi dari situs-situs yang ada.
Walaupun media sosial adalah tempat yang bebas, kebebasan tersebut memiliki
batas dan etika yang harus diperhatikan.
Media sosial berupa macam-macam. Orang yang
membuat platform media sosial
biasanya menambah fitur-fitur agar penggunanya nyaman dan tidak bosan menggunakan
media sosial tersebut. Tujuan semua orang menggunakan media sosial
berbeda-beda. Ada yang menggunakannya untuk aktualisasi diri, membentuk
komunitas, menjalin hubungan pribadi, media pemasaran dan sebagainya. Media
sosial memiliki manfaat – manfaat yang berguna tetapi juga memiliki dampak
buruk. Jadi dapat disimpulkan bahwa media sosial adalah sesuatu yang
menghubungkan manusia dengan dunia luas secara mudah.
2.2 Definisi Belajar
Prestasi
adalah sesuatu yang didapatkan dengan usaha keras. Prestasi dibagi menjadi 2. Yaitu,
prestasi akademik dan non akademik. Prestasi diri merupakan hal yang penting
karena hal tersebut menandakan pencapaian dalam diri kita. Orang-orang dapat
menilai diri kita dari prestasi yang kita punya.
Dalam pendidikan, Prestasi akademik merupakan
hal yang umumnya dilihat. Prestasi akademik adalah prestasi yang didasari oleh
nilai. Prestasi akademik dapat dilihat melalui rapor yang diterima di akhir
semester pembelajaran dan nilai hasil Ujian Nasional. Untuk mendapatkan
pendidikan yang bagus juga dibutuhkan prestasi yang bagus. Ada beberapa sekolah
yang mengadakan tes seleksi atau mewajibkan rata-rata nilai rapor di batas
nilai tertentu untuk dapat masuk ke sekolah tersebut. Nilai Ujian Nasional
adalah nilai yang sangat penting karena hasil tersebut menjadi penentuan di
sekolah mana pendidikan seorang siswa bisa dilanjutkan nantinya.
Ada juga yang dinamakan prestasi non
akademik. Prestasi non akademik adalah prestasi yang dicapai siswa di luar
nilai mata pelajaran. Prestasi ini dapat membantu siswa yang memang kurang
dalam prestasi akademiknya. Tetapi ada juga siswa yang cukup dalam keduanya.
Jika seorang siswa ingin memasukki sekolah tertentu dan nilainya tidak
mencukupi, nilainya dapat terbantu dengan prestasi yang ia punya. Terdapat prestasi non-akademik yang dapat dicapai
dalam bidang olimpiade serta kesenian dan olahraga dalam tingkat lokal, regional,
nasional dan internasional. Bukti prestasi non akademik dapat dilihat dari
penghargaan yang didapatkan. Penghargaan yang biasanya diberikan adalah
sertifikat, piala, atau medali.
Untuk mencapai prestasi yang membanggakan
dibutuhkan kerja keras dan usaha. Di zaman yang serba mudah sekarang, siswa
dimudahkan untuk mendapatkan wawasan yang luas dan tidak terbatas. Seorang
siswa yang bermodalkan sebuah gadget
dan internet sudah bisa mendapatkan wawasan tersebut. Melalui media sosial,
siswa dapat menggarap informasi yang ingin ia cari. Namun, penggunaan media
sosial juga bisa menghambat siswa untuk mendapatkan prestasi yang diinginkan.
Terdapat faktor – faktor yang mempengaruhi
pencapaian prestasi. Untuk mengatasinya, siswa terkadang membutuhkan motivasi
lebih dari lingkungannya. Menurut buku Bimbingan Konseling, Minat merupakan
salah satu motivasi yang akan mengarahkan siswa pada apa yang akan dilakukan.
Sebagai motivasi, minat merupakan kecenderungan seseorang untuk memilih dan
melakukan aktivitas yang menjadi pilihannya. Seorang siswa dapat menekuni
sesuatu yang telah dipilih lalu dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai
prestasi (Dra. Purwaningsih Agustina dkk : 66 : 2017).
Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi
adalah hasil belajar siswa yang sangat mempengaruhi masa depan siswa. Prestasi
yang baik didapatkan dengan usaha belajar. Sangat penting untuk memiliki
konsentrasi dan keinginan belajar agar prestasi tersebut tercapai.
2.3 Jenis - Jenis Media Sosial
Media sosial memiliki perkembangan yang
besar dari tahun ke tahun. Perkembangan tersebut meliputi jenis – jenis media sosial. Jenis – jenis media sosial
memiliki fitur dan kegunaan yang berbeda. Berikut penjelasan dari masing-
masing jenis dari media sosial.
A. Relationship
Network (Jejqring Hubungan)
Relationship
Networks adalah awal mula yang membuat media sosial terus-menerus berkembang.
Di media sosial ini, terdapat halaman profil yang berisikan foto – foto yang
telah diunggah, biodata dan informasi lainnya mengenai pengguna. Pengguna dapat
berkomunikasi dan berkenalan dengan pengguna lainnya. Sesuai dengan namanya,
media sosial ini dapat menjalin hubungan dengan pengguna dari berbagai macam
belahan dunia. Contohnya adalah Facebook, Linkedin, Google Plus. Dahulu, Facebook merupakan media sosial yang
diapakai hampir semua orang dari berbagai kalangan. Tetapi, semakin
berkembangnya media sosial menghadirkan aplikasi – aplikasi yang tidak kalah
canggih dari Facebook membuat penggunanya memilih untuk tidak lagi memakainya.
B. Media
Sharing Networks (Jejaring Media Berbagi)
Tujuan
media sosial ini adalah untuk saling berbagi informasi dan konten khusus antar
pengguna. Konten yang dibagi dapat berupa konten pendidikan, hiburan atau
informatif. Media sosial ini merupakan yang paling sering digunakan. Fitur –
fitur yang telah banyak ditambah dan diperbarui menarik lebih banyak pengguna.
Contoh dari media sosial tersebut adalah Youtube, Snapchat, Instagram dan lain
– lain. Lebih banyak media sosial yang menggunakan jenis ini.
C. Online
Reviews (Ulasan Daring)
Pengguna
media sosial ini dapat mendapatkan dan mengunggah informasi yang berdasarkan teknologi Geolocation (Geolokasi). Media sosial
ini memudahkan pengguna untuk mengetahui suatu tempat atau suatu barang melalui
orang-orang yang membagikan pengalamannya. Media soaial ini lebih sering
menyajikan informasi tentang tempat wisata atau sebuah restoran. Informasi
tersebut dapat didapatkan di situs dan aplikasi seperti Zomato, Trip Advisor,
Yelp dan sebagainya.
D. Forum
Diskusi
Sebelum
diciptakannya Facebook, orang – orang menggunakan forum diskusi seperti Kaskus
dan Reddit untuk bertemu dan saling berkomunikasi. Forum diskusi adalah jenis
media sosial yang ada pada saat awal mula internet berkembang. Kegunaan media
sosial ini sama dengan media sosial jenis Relationship Networks. Semua media
sosial rata – rata memiliki kegunaan yang sama karena dasarnya semua berkembang
dari jenis seperti Forum diskusi.
E. Social
Publishing Platforms (Alat Mempublikasikan)
Contoh
dari jenis ini adalah media sosial dengan
platform blog atau microblog.
Media sosial ini biasanya berisi informasi – informasi tentang hal tertentu
yang dibagikan pengguna. Seorang siswa dapat belajar melalui media sosial ini.
Pengguna media sosial ini biasanya membagikan artikel – artikel yang
informatif. Pada media sosial Blog
juga sangat berguna bagi siswa. Di sana pengguna dapat melatih menulis dan juga
membagikan artikel. Jika seorang siswa kesulitan, siswa membuka google lalu mengetik suatu pertanyaan.
Google lalu menyediakan situs – situs yang dapat membantu dan blog biasanya
muncul teratas.
F. Bookmarking
Sites (Situs Bookmark)
Pengguna dapat mengumpulkan konten (teks,
gambar, video atau link) lalu menyimpannya dalam akun masing-masing. Media
sosial ini biasanya ditujukan untuk seseorang yang sedang mencari inspirasi
atau memiliki sebuah hobi. Pengguna dapat belajar dan mengembanginya melalui
media sosial ini. Contoh aplikasi dari jenis media sosial ini adalah Pinterest,
Flipboard dan lain – lain.
G. Internet-based
Network (Jejaring Berbasis Internet)
Media sosial memiliki manfaat utama yaitu
mempersatukan banyak orang yang mempunyai latar belakang yang sama atau berbeda
dalam sebuah jaringan (network).
Contoh dari jenis media sosial ini adalah Facebook groups, LinkedIn groups,
Google+ communities dan sebagainya.
H. E-Commerce
( Media Pemasaran)
Aplikasi- aplikasi yang mempopulerkan
jenis media sosial ini adalah Tokopedia, Gojek, Zalora, Shopee dan masih banyak
lagi yang dapat disebutkan. Aplikasi tersebut termasuk ke dalam jenis
E-Commerce yang memiliki kegunaan untuk melakukan transaksi jual beli
menggunakan fitur yang tersedia. Terkenal karena kemudahannya, media sosial ini
memiliki pengguna yang sangat banyak.
2.4 Pengaruh Media Sosial Terhadap
Prestasi Siswa
Menurut data yang didapatkan penulis dari
situs Jalur Ilmu, faktor - faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat
digolongkan menjadi 2 golongan yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal adalah faktor yang bersumber dari dalam diri siswa sedangkan
faktor eksternal, bersumber dari luar diri siswa. Faktor – faktor tersebut
merupakan psikologi siswa yang dapat mempengaruhi cara belajar serta kecerdasan
mereka. Berikut di bawah ini, penjelasan faktor – faktor yang mempengaruhi
prestasi siswa lebih lanjut.
A.
Faktor
Internal
Faktor
ini meliputi faktor fisiologi (bersifat fisik) dan faktor psikologi siswa
(bersifat rohani). Hal yang mempengaruhi dalam jenis faktor fisiologi adalah
siswa yang sedang sakit / kurang sehat atau siswa yang memiliki kekurangan
fisik. Faktor psikologi juga meliputi intelegensi, bakat, minat, motivasi, dan
kesehatan mental siswa.
B. Faktor Eksternal
Faktor
eksternal berasal dari luar diri seorang siswa yang berarti dipengaruhi oleh
lingkungan siswa. Lingkungan yang termasuk dalam faktor ini adalah lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat / sosial. Hal – hal yang
mempengaruhi dalam lingkungan keluarga antara lain, perhatian orang tua,
keadaan ekonomi orang tua, dan hubungan antar anggota keluarga. Pada lingkungan
sekolah terdapat faktor guru, faktor fasilitas sekolah, dan kondisi suasana
sekolah. Pada lingkungan masyakarat / sosial terdapat faktor mass media dan
pergaulan siswa.
Media
sosial termasuk dalam faktor eksternal pada lingkungan masyarakat / sosial.
Menurut penulis, media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap prestasi
siswa dikarenakan sebagian besar siswa sekarang memiliki media sosial dan
menggunakannya dengan tujuan yang berbeda – beda. Untuk membuktikan hal
tersebut, penulis membuat sebuah angket berisi 8 pertanyaan yang menanyakan
seputar pengaruh media sosial terhadap seorang siswa. Hasil angket tersebut
telah direkam dan dianalisa penulis untuk dijadikan sebagai sumber karya tulis.
Pertanyaan pertama menanyakan berapa umur responden.
Hasil angket menyatakan bahwa rata – rata paling banyak yang mengisi angket
penulis berumur 13 tahun. Pada pertanyaan kedua, responden diminta untuk
menjawab pertanyaan yang menanyakan jumlah media sosial yang mereka punya.
Diagram 2.1
Dari gambar tersebut, terlihat bahwa siswa
yang paling banyak merespon memiliki 3 – 4 media sosial yang digunakan dan
jumlah lebih dari 5 memiliki posisi yang sama dengan jumlah 5. Jumlah tersebut
merupakan jumlah yang wajar bagi anak muda di zaman sekarang. Biasanya, media
sosial yang banyak digunakan adalah Instagram,
Youtube, Twitter, Facebook dan aplikasi – aplikasi chatting (mengirim pesan) seperti aplikasi Line, WhatsApp, Wechat dan
lain – lain.
Diagram 2.2
Pertanyaan ketiga menanyakan berapa lama
biasanya seorang siswa menghabiskan waktu bermain media sosial dalam sehari.
Waktu pemakaian media sosial berpengaruh dengan prestasi siswa karena lamanya
pemakaian dapat memperlihatkan rutinitas siswa dalam kesehariannya. Jawaban
terbanyak merupakan 3 – 4 jam. Waktu siswa terbatas. Siswa bersekolah selama 8
jam atau mungkin lebih jika siswa memiliki pelajaran tambahan di luar sekolah.
Diagram
2.3
Pertanyaan ke-4 membuktikan pentingnya
media sosial bagi para siswa. Hasil angket menyatakan bahwa sebagian siswa
menganggap bahwa media sosial adalah hal yang penting bagi mereka. Lalu sebagiannya
lagi tidak terlalu menganggap media sosial sebagai sesuatu yang penting.
Diagram
2.4
Kegunaan media sosial bermacam – macam dan
pada pertanyaan ke-5, siswa diminta untuk menjawab pertanyaan di atas. Sebagian
besar siswa menjawab komunikasi tetapi ada juga yang menjawab ‘semuanya’ di
dalam kolom ‘Lainnya’. Tentu komunikasi adalah hal yang penting bagi semua
manusia. Lalu tidak sedikit siswa yang menjawab untuk refreshing sebagai
pilihannya. Terkadang, siswa butuh sebuah hiburan untuk menghilangkan
kepenatan.
Pada pertanyaan ke-6, penulis mendata rata
– rata nilai rapor terakhir siswa. Dari hasil angket yang diterima, para siswa
memiliki 75 – 85 sebagai rata – rata. Hasil angket mendapatkan nilai 93,3 yang
menjadi nilai tertinggi dibandingkan nilai rata – rata responden lainnya. Penulis meneliti satu
persatu respon pada pertanyaan – pertanyaan sebelumnya dari para responden yang
memiliki nilai rata – rata 75 – 85. Mereka menghabiskan waktu selama 3 – 4
bermain media sosial dalam sehari. Sedangkan, responden yang memiliki nilai
rata – rata 93,3 menghabiskan 1 – 2 jam bermain media sosial dalam sehari.
Diagram
2.5
Pertanyaan ke-7 menanyakan tentang
kefokusan siswa saat belajar. Sebagian besar siswa mengakui bahwa konsentrasi
belajar mereka terpecahkan oleh media sosial. Siswa memasang notifikasi pada
media sosial agar dapat mengetahui dan diingatkan. Notifikasi tersebut
terkadang menggunakan bunyi agar pengguna tersadar dan segera membukanya. Hal
tersebut sangat mempengaruhi kefokusan siswa saat sedang belajar. Siswa bisa saja
membuka dan terlarut dalam media sosial tanpa disadari sehingga melupakan
aktivitas belajar yang sedang dilakukan.
Diagram
2.6
Pada pertanyaan yang terakhir, siswa
diminta menjawab pertanyaan ‘Apakah pernah nilai anda menurun karena media
sosial?’. Siswa yang mudah terganggu konsentrasinya biasanya memiliki nilai yang
agak kurang yaitu di bawah nilai standar 75. Namun, media sosial tidak
sepenuhnya merugikan. Media sosial juga memiliki manfaat memudahkan bagi siswa.
2.5
Solusi Mencapai Prestasi Yang Baik
Kehadiran
media sosial dapat menghambat siswa mencapai prestasi yang diinginkan. Untuk
mencapai prestasi yang baik dibutuhkan usaha dan kefokusan dalam belajar. Berikut
cara – cara yang dapat dilakukan untuk mencapai prestasi yang baik.
A. Mengatur Waktu
Saat
bermain media sosial, siswa terkadang lupa waktu dan melupakan tugas – tugasnya. Batasilah waktu penggunaan media
sosial agar lebih fokus. Atur waktu agar aktivitas lebih teratur. Selesaikan
semua tugas – tugas sampai tuntas secepatnya. Setelah selesai, siswa akan lebih
tenang dan bebas bermain media sosial. Siswa juga harus memiliki kesadaran diri
terhadap tanggung jawab mereka.
B. Motivasi
Setiap
siswa memiliki kemampuan yang berbeda – beda. Siswa membutuhkan motivasi agar
timbul keinginan untuk belajar. Orang tua atau guru dapat memberikan motivasi
tambahan. Saat siswa mendapatkan nilai yang bagus, pujilah dan beri kata – kata
yang dapat menyemangatkan siswa agar terus mempertahankan prestasi tersebut.
Motivasi sangat mempengaruhi siswa dalam pencapaian prestasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Media sosial adalah sebuah hasil dari
perkembangan teknologi yang memiliki banyak kegunaan. Seiring berjalannya
waktu, perkembangan media sosial semakin meningkat yang membuat pemakaiannya
ikut meningkat. Media sosial merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
prestasi siswa di zaman sekarang.
Anak muda zaman
sekarang ingin eksis tetapi tetap harus memiliki pendidikan yang bagus dan
memuaskan untuk bekal masa depan dirinya sendiri dan negara. Siswa pasti ingin
memiliki prestasi yang membanggakan. Untuk mendapatkannya, siswa membutuhkan
usaha belajar.
Perkembangan
teknologi yang semakin pesat menjadi salah satu faktor yang menghambat siswa
mencapai prestasi yang baik. Contoh perkembangan teknologi tersebut adalah
media sosial. Media sosial menjadi faktor utama yang mempengaruhi prestasi
siswa dalam jenis faktor eksternal.
Media
sosial yang memiliki banyak kegunaan menjadi bagian dari kehidupan siswa. Di
media sosial, siswa dapat berkomunikasi, menambah wawasan serta mendapatkan
hiburan. Penggunaan media sosial yang tidak dikontrol akan memecah konsentrasi
siswa dan mempengaruhi pencapaian prestasi siswa.
3.2
Saran
Berikut saran yang
penulis dapat sampaikan adalah :
A. Saran Untuk Pembaca
- Manfaatkanlah media
sosial dengan benar. Jika siswa dapat memanfaatkannya dengan
benar, media sosial tidak akan menjadi hal yang merugikan.
- Sebaiknya,
waktu penggunaan media sosial siswa dibatasi karena pemakaian yang terlalu lama dapat membuat siswa melupakan
tanggung jawabnya.
- Pencapaian
prestasi yang baik dibutuhkan usaha dan keinginan belajar. Tingkatkanlah
semangat siswa dengan cara memberikan motivasi agar timbul semangat untuk
mencapai prestasi yang diinginkan.
B. Saran Untuk Peneliti Selanjutnya
- Penelitian
selanjutnya dapat ditambahkan lebih banyak solusi untuk mencapai prestasi yang
baik.
- Penelitian
selanjutnya diharapkan memiliki pertanyaan angket yang lebih dalam untuk
membuktikan seberapa besar pengaruh media sosial terhadap prestasi siswa.
- Penelitian
selanjutnya diharapkan menggunakan sumber karya tulis yang lebih banyak agar
pembaca mengerti dan percaya.
Komentar
Posting Komentar